it has to start from here...it has to start from now...

it has to start from here...it has to start  from now...

Sabtu, 10 September 2011

Tragedi WTC 11/9/2001 (Part I - Islam atau Minyak)

10 Tahun lalu, pukul 6.30 WIB...
Setelah memakai seragam SMU, saya menyempatkan diri menonton Berita Liputan 6 Pagi di SCTV...
Duuaarrr....Duaaaaaaarrr....sebuah adegan bak film action Hollywood ditampilkan di layar televisi, dua gedung pencakar langit yang saat itu salah satu gedung tertinggi di dunia World Trade Centre 'dihajar' pesawat jenis Boeing 727-663 bernomor penerbangan "US Flight 11" menabrak gedung utara (WTC 1).Lalu 17 menit kemudian sebuah pesawat lain dari pabrik yang sama dengan tipe 767-222 bernomor "US Flight 175" menabrakkan diri ke gedung selatan (WTC 2).
Setelah hampir 1 jam terbakar hebat, akhirnya WTC 1 runtuh rata dengan tanah.
40 menit berikutnya gedung WTC 2 menyusul runtuh.
Dunia terhenyak, bahkan saya pun yang saat itu masih terbilang remaja masih gak percaya melihat adegan menyeramkan itu.
Orang gila mana yang senekat itu menabrakkan 2 pesawat ukuran jumbo ke gedung tertinggi di dunia?
Tapi pertanyaan itu terjawab cepat(seingat saya 1 minggu setelah kejadian) oleh Pemerintah USA. Menurut konferensi pers dari pihak pemerintah, pembajakan dan aksi 'kamikaze' 11 September 2011 dilakukan oleh sekelompok orang berkebangsaan Arab dan diindentifikasi sebagai anggota organisasi Teroris Al-Qaida pimpinan Osama Bin Ladin.
Walhasil, tak sampai satu bulan setelah itu George W Bush langsung menyatakan perang terhadap Al-Qaida, serangan pun disusun dengan terget utama AFGANISTAN, negara dimana Osama Bin Ladin berada.
Setelah era Perang Teluk tahun 1990-1991, saya tak pernah lagi melihat sebuah perang besar yang diumumkan resmi oleh USA, dan perang kali ini benar-benar 'perang'.
Namun dimana Osama Bin Ladin?
Bukankah teroris itu selalu punya tujuan/misi?
Namanya saja TERORIS , asal kata dari TERORIST (artinya: orang/organisasi yang profesinya menebar teror demi tujuan tertentu)
Sifat saya yang selalu kritis sejak masih kecil pun kembali terusik, untuk apa Osama Bin Ladin melakukan ini?
Orang gila macam apa dia dengan kekuatan tentara Taliban yang seadanya berani menyerang USA langsung ke jantung nya di New York?
Bahkan Saddam Husein dan Uni Sovyet pun tak pernah se-gila itu meski mereka bermusuhan dengan USA pada masa Perang Teluk dan Perang Dingin.
Menggelitik bukan?
Pikir aja pake akal sehat, BUAT APA OSAMA BIN LADIN MENYURUH ANAK BUAH NYA MENGHANCURKAN WTC?
Sekedar menunjukkan EKSISTENSI?
Narsis amat...

Okelah, jika memang Osama Bin Ladin benar-benar melakukan nya...tapi tunggu dulu...
Seingat saya setelah Gedung Putih mengumumkan siapa dibelakang aksi teror itu ada jawaban langsung dari pihak Taliban dan Osama Bin Ladin bahwa mereka sama sekali tidak terlibat dalam aksi itu.
Nah lho....ini lebih kocak lagi!
Teroris mana yang segoblok itu, udah melakukan teror tapi gak ngaku???
Kalo dia gak ngaku, lalu apa tujuan nya melakukan teror?
Akal sehat saya langsung mikir, logika nya seorang teroris itu pasti memperkenalkan diri dan menjelaskan kepada calon korban/korban nya untuk apa dia melakukan teror.
Lah..kalo ngaku aja nggak, trus buat apa mereka melakukan teror?
Apa sistem nya 'lempar batu sembunyi tangan'?
NAIF SEKALI!
Atau Osama Bin Ladin ketakutan diserang USA gara-gara aksi nya?
Itu malah lebih TOLOL lagi alasan nya.

Mak bedundukkk...akhirnya diserang juga Afganistan, kalo gak salah gak sampai 1 bulan langsung takluk dan misi membalas dendam pun terlaksana.
Eh...tunggu dulu, Taliban boleh runtuh...tapi dimana Si Biang Teror??
Di mana Osama Bin Ladin?
Bertahun-tahun Amerika dengan segala kecanggihan satelit nya, alat perang nya, dan pasukan elit serta Intelijen nya yang diakui seluruh dunia sebagai yang MAHA KUASA di muka bumi TIDAK BISA MENEMUKAN MANUSIA BERJENGGOT PANJANG INI!!
What The F***...nyari satu orang aja setengah mampus...
Ente niat nyari apa emang cuma main-main???

Lalu pertanyaan saya kembali menggelitik di otak, kayaknya setelah ini ada negara lain yang bakal disikat USA. Menurut berita pada masa itu Amerika sangat berhasrat menyerbu Irak dengan alasan yang sama, TERORISME dan SENJATA PEMUSNAH MASSAL!!
Si Bush dengan tanpa otak nya tiba-tiba menghubungkan Saddam Husein dengan Osama Bin Ladin...
Whatt???
Ini gua yang salah liat berita, atau emang Si Bush yang asal bacot???
Setau saya waktu itu, yang namanya Negara-negara di jazirah Arab dan Asia Tengah berbeda pandangan politik dan aliran agama.
Lalu pertanyaan saya, apa kesamaan Osama Bin Ladin dan Saddam Husein?
Satu-satu nya yang sama diantara mereka cuma satu, DI KTP SAMA-SAMA DITULIS BERAGAMA ISLAM.
Tapi tidak sesederhana itu masalah nya, islam nya yang gimana dulu???
Islam nya Afganistan itu benar-benar islam Syariat Garis Keras, benar-benar 1000% ISLAM.
Lalu liat Saddam Husein...ISLAM KTP!!
Mungkin Osama lagi mabok 'Ciu' waktu bikin perjanjian kerja sama Terorisme dengan Saddam Husein....SANGAT TIDAK MASUK AKAL!!!

Whatever...akhirnya pada 2003 dengan alasan mencari SENJATA PEMUSNAH MASAL  rudal-rudal Tomahawk diluncurkan juga dari teluk Persia menuju Baghdad...dan dalam hitungan minggu pun Irak takluk...

Satu negara lagi diduduki USA...

Dalam 2 Tahun menyerbu negara yang relatif berdekatan dengan alasan yang mengada-ada.
APAKAH SEBUAH KEBETULAN?
APAKAH SEBUAH KEBODOHAN?
ATAU INI LAH SKENARIO NYA?

Jika Afganistan dan Taliban bukanlah negara dan pemerintahan berbasis Islam, apakah USA akan tetap menyerang?
Jika Irak bukanlah negara kaya minyak yang bertahun-tahun lemah secara militer karena embargo PBB, apakah USA akan tetap menyerbu?

JAWABAN NYA:  TIDAK
dan tragedi Teror 11 September 2001 adalah sebuah 'prolog' atas sebuah cerita  musuh bersama bernama Islam Fundamentalis, penguasaan kawasan Timur Tengah dan Sumber Energi Dunia.








*)Berikutnya pada Tragedi WTC 11/9/2001 (Part II - Al Qaida atau CIA) saya akan memaparkan fakta-fakta yang menjelaskan KENAPA ANDA BEGITU BODOH SAAT MEMPERCAYAI BAHWA DALANG DIBELAKANG TRAGEDI WTC  ADALAH TERORIS AL-QAIDA






Sanggau, 10 September 2011



Anggaran Daerah 'Ditelan' Gaji PNS, Infrastruktur Tak Diurus...(GOBLOK)

Beban anggaran daerah saat ini lebih banyak dihabiskan untuk gaji dan tunjangan pegawai negeri sipil (PNS) dan belanja barang. Sementara urusan infrastruktur dikesampingkan.

Anggota Komisi XI DPR Kemal Azis Stamboel menilai beban belanja pegawai dan belanja barang semakin tinggi dan berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.

"Hal ini telah menurunkan peran anggaran publik dalam penciptaan kesejahteraan rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kecenderungan ini mengkhawatirkan karena kenaikan penerimaan perpajakan serta transfer ke daerah, menjadi tidak bermakna karena habis ditelan kenaikan belanja untuk birokrasi," kata Kemal dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (10/9/2011).

Kemal meminta pemerintah serius mengimplementasikan moratorium penerimaan PNS serta menerapkan kebijakan capping terhadap belanja pegawai dan belanja barang, baik di pusat maupun di daerah.

"SKB (surat keputusan bersama) tiga menteri terkait moratorium secara selektif yang berlaku sejak 1 September 2011 harus dijalankan secara konsisten baik oleh pusat maupun pemda. Idealnya ke depan, agar APBN kita sehat, total belanja pegawai dan belanja barang dibatasi paling tinggi 30% dari total belanja pemerintah pusat dan paling tinggi 50% dari total belanja pemerintah daerah," tandasnya.

Terkait semakin meningkatnya anggaran dana transfer ke daerah yang mencapai Rp 464,4 triliun tahun depan, Kemal memandang selain moratorium dan capping belanja pegawai serta belanja modal, diperlukan kebijakan standarisasi tunjangan untuk pejabat daerah.

"Tunjangan Sehingga alokasi belanja untuk infrastruktur dan pembangunan bagi rakyat bisa meningkat. Kemungkinan pemerintah untuk membatasi belanja pegawai pemda secara proporsional melalui muatan revisi UU No.33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, saya kira harus didalami secara serius," tegasnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah Bappenas Max Hasudungan Pohan kebanyakan daerah menghabiskan 70-80% anggarannya hanya untuk belanja rutin dan pegawai.
Pemerintah mengalokasikan anggaran gaji dan tunjangan pegawai negeri sipil (PNS) mencapai Rp 104,9 triliun di 2012. Jumlah ini naik Rp 15,2 triliun atau 16,9% dari anggaran di 2011 yang sebesar Rp 89,7 triliun.

Sumber: http://finance.detik.com/read/2011/09/10/131535/1719475/4/anggaran-daerah-ditelan-gaji-pns-infrastruktur-tak-diurus?f9911023

Kyai Jancuk..!!!

Seperti tulisan Sujiwo Tejo pada 'note' nya di Fan Page Facebook, 'JANCUK' itu tak selalu bermakna umpatan kasar penuh kemurkaan dan hinaan, begitu pula judul tulisan ini...
Jancuk kon pancen, Om Tejo...Jancuk tenan!
Artinya sederhana: SAYA SANGAT MENGAGUMI SOSOK SUJIWO TEJO...

Beberapa tahun lalu sosok ini hanya melekat di otak saya sebagai seorang 'Dalang Edan' yang membawakan lakon wayang dengan versi cerita dan tokohnya sendiri, dalang yang sama sekali tak mengindahkan kaidah pewayangan seperti yang menjadi pakem tradisi jawa, sekaligus ebagai seorang budayawan yang umumnya jauh dari hiruk pikuk dunia sosial, politik dan segala dinamika-nya...
Singkat kata Sujiwo Tejo dulu hanya sekedar seniman, 'thats all'...!!

Layaknya seorang seniman idealis, Om Tejo selalu berdandan 'sak karepe' dengan rambut selalu terurai panjang tak terawat, muka super cuek(slalu terlihat 'dingin'), kemeja sederhana, kadang memakai sarung, dan tak lupa ciri khas nya SEPATU SELOP...
Tapi mendadak gambaran sederhana itu terpatahkan kala saya mulai sering menyaksikan acara Jakarta Lawyer's Club(JLC)...
Di sana hampir tak pernah absen seseorang berambut panjang yang selalu duduk tenang, mendengarkan dengan seksama setiap perdebatan para peserta diskusi TV One tersebut...
Sujiwo Tejo duduk, mendengarkan tanpa menghiraukan wajah si empunya mulut yg berkicau dan tak jarang saling berdebat penuh emosi...
Sujiwo Tejo menunduk, seperti sedang berbicara batin dengan sosok lain yang tak kasat mata...(atau justru dia sedang berbicara dengan dirinya sendiri, entah lah...jancuk!)
Sujiwo Tejo menyeringai, mendandakan apa yang didengarnya dari mulut orang-orang yang hadir di studio itu penuh kebohongan dan kemunafikan, mungkin juga karena 'hidung' nya mencium aroma bangkai dari setiap nafas mereka...entah pula, yang jelas mimik wajah dingin dan senyuman 'nyinyir' nya menandakan sebuah penyangkalan yang kuat dan tegas...
Tapi dari sekian tingkah nya yang 'aneh' itu, ada satu hal yang membuat saya sangat kagum pada sosok Sujiwo Tejo, ya...caranya mengungkapkan kritik dan teguran pada semua orang...
Menyaksikan seorang pengamat politik mengkritik DPR, Presiden, Partai , dan segala penghuni dunia kebohongan bernama POLITIK di Televisi itu hal yg sangat biasa...
itu bisa anda saksikan setiap sore di Metro Hari Ini, atau Apa Kabar Indonesia Petang...
semua berbicara standar, cuma bisa mengkritik menghakimi seseorang atau lembaga sesuai alur cerita dan kasus nya...
Tapi tidak untuk Sujiwo Tejo, sosok yang satu ini tak jarang justru mengumpat bangsa nya sendiri.
Dia benci Politikus munafik, tapi justru yang dikecam nya adalah keseluruhan bangsa Indonesia yang dinilainya tak jauh beda dengan perilaku para penjahat di parlemen atau eksekutif...baginya semuanya salah, semuanya maling semuanya bajingan...

Di suatu episode Jakarta Lawyer's Club orang ini pernah membuat saya sangat takjub karena kalimat sederhana nya: "KITA INI SEMUANYA BRENGSEK, DARI YANG KAYA DAN BERKUASA SAMPAI YANG MISKIN...SEMUANYA ASU (baca: Anjing)!!!"...SIAPA YANG SALAH? YA KITA SEMUA...MAKA DARI ITU PENYELESAIAN DARI SELURUH MASALAH BANGSA INI ADALAH GANTI PRESIDEN...GANTI SEMUANYA...KARENA SEMUANYA SAMA SAJA...BRENGSEK!"
Saya terperangah...masih tidak percaya seorang budayawan berdarah jawa (yang seharusnya memperhatikan tata krama saat berbicara, apalagi di forum resmi dan disiarkan 'live' ke seluruh penjuru negeri)...
Tapi seketika saya tersadar, apa yang dikatakan nya 1000% benar, setidaknya sesuai dengan kenyataan dan bisa kita saksikan setiap hari...
Keyakinan saya sepertinya benar, hal itu bisa dilihat dari reaksi puluhan (mungkin ratusan) peserta diskusi tersebut, tak ada satupun mulut yang berani menanggapi, bahkan Karni Ilyas pun harus mengalihkan topik untuk sekedar mengisi kekosongan suara setelah Sujiwo Tejo 'berorasi'...
Jika kita biasa melihat satu mulut mendebat mulut lain di acara tersebut, maka kali ini semuanya terdiam...semua tak bisa berbicara...
Mau bicara apa? Lha wong semua nya merasa seperti itu...
Inilah yang saya suka dari sosok "Kyai Gemblung" ini, melihat permasalahan bangsa dari sudut pandang budaya dan moral...bukan parsial.
Kata-kata nya yang menghujam dan seperti menampar muka kita membuat saya kagum.
Sosok seperti ini adalah idaman saya, bicara kasar dan lugas tapi jujur, tak seperti para juru bicara presiden yang sok santun tapi menyimpan kebohongan...
Berpenampilan seadanya tapi tidak MUNAFIK, tak seperti para peserta JLC yang berdasi namun setiap harinya berprofesi menjadi 'BABI NGEPET' uang rakyat...

Kekaguman saya bertambah lagi saat suatu sesi JLC Karni Ilyas menanyakan penuh keyakinan apakah benar kabar yang dia dengar bahwa Sujiwo Tejo sering bertandang ke sebuah pesantren terkenal(saya lupa namanya) dan sering diajak berdiskusi serta sangat dihormati para Kyai Langitan di sana, dan Sujiwo Tejo hanya menjawab dengan senyuman penuh kerendahan, tiba-tiba wajahnya berubah tak seperti biasanya yang terkesan angkuh dan dingin, mendadak dia hanya bisa tersenyum seolah ingin menjawab 'IYA' tapi merasa hal tersebut tak layak diumbar....baginya urusan agama itu hanya antara dia dan Tuhan nya....(Jancuk!!...Jancuk tenan awakmu Om!!)

Sujiwo Tejo benar-benar budayawan yang sangat memperhatikan betapa karakter bangsa ini benar-benar sudah tak bernilai.
Dia seringkali menyindir generasi muda yang selalu mendewakan segala hal yang berbau kebarat-baratan.
Seorang seniman yang punya keyakinan bahwa semua bangsa dilahirkan sama derajatnya.
Semua bangsa wajib menjunjung budaya dan tradisi asli nya sendiri.
DAN PERILAKU KITA MENDEWAKAN SEGALA YANG BERBAU ASING ADALAH BUKTI BAHWA KITA MEMANG LAYAK DIPANDANG BANGSA KELAS 2 ATAU BAHKAN KELAS 3...
Bangsa mana yang bisa maju saat mereka selalu hanya bisa kagum dengan kemampuan bangsa lain???
Bangsa mana yang bisa hebat saat mereka selalu memandang bahwa bangsa lain lebih tinggi???
KITA INI MEMANG BANGSA BUDAK!!...setidaknya sampai detik ini, entah sampai kapan...

Saya dulu sering dikritik setiap membuat status Facebook bernuansa kritikan keras bernada kasar dan nyinyir, yang tak jarang justru menjelekkan dan menertawakan bangsa sendiri...
Saya cuma tersenyum, malas berdebat dengan orang yang cuma bisa melihat tapi tak bisa merasa...
Jujur saya katakan bahwa yang tak suka kritikan bernada seperti itu lebih baik TUTUP MULUT, tutup telinga, dan lanjutkan aktivitas anda sekalian...
Jangan pedulikan...

karena saya selalu punya keyakinan, ORANG SAKIT TAK AKAN PERNAH BISA MENYEMBUHKAN PENYAKITNYA KALAU DIA SENDIRI TAK SADAR DAN TAK TAU KALAU DIA SEDANG SAKIT....JIKA TAK ADA YANG MEMBERITAHUKAN PADA NYA, MAKA DIA AKAN SELALU MERASA TENANG...NAMUN SUATU SAAT TIBA-TIBA MATI...

ORANG GOBLOK GAK AKAN BISA PINTAR KALO DIA MERASA SUDAH CUKUP PINTAR, KECUALI ADA ORANG LAIN YANG MENGINGATKAN NYA BAHWA DIA ORANG YANG GOBLOK...

Akhir kata, kita ini sadar bahwa kita sedang 'sakit'...
Jadi jangan marah jika ada orang yang mengingatkan penyakit kita...
 
Salah satu akar permasalahan negeri ini adalah karena diisi ratusan juta manusia MUNAFIK...

Terima Kasih pada Sujiwo Tejo, anda memang KYAI JANCUK!!!!


*)Sanggau, 10 September 2011